Saat ini, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 22 trainset dengan susunan 8 kereta (SF8), 34 trainset dengan SF10, dan 33 trainset dengan SF12 di seluruh lintas. Kendati demikian, peredaran sarana tersebut masih terus dioptimalkan guna melayani pengguna yang mobilitasnya terus meningkat setiap tahun.

Pada Oktober 2026, KAI Commuter mencatatkan volume pengguna sebanyak 32.312.018 orang, meningkat 1,68 persen dibandingkan periode Oktober 2025 yang sebanyak 31.776.933 pengguna.

Data itu menjadi acuan KAI Commuter dalam melihat tingginya kebutuhan publik atas moda transportasi itu dan mempersiapkan apa saja yang dapat membantu pelayanan agar layanan semakin optimal.

Berdasarkan data statistik per bulan volume pengguna Commuter Line, dari Januari hingga Oktober tercatat sebanyak 303,79 juta orang, angka ini naik/turun 5,7 persen dari tahun sebelumnya di angka 287,29 juta orang.

Peningkatan juga terjadi di masing-masing lintas Commuter Line, Januari-Oktober volume lintas Bogor diangka 133,78 Juta orang naik 4,8 persen dari tahun sebelumnya, lintas Cikarang di angka 74,88 juta orang naik 6,1 persen.

Sedangkan pada lintas Rangkasbitung tercatat sebanyak 68,09 juta orang atau naik 6,7 persen dari tahun lalu, dan pada lintas Tangerang sebanyak 24 juta atau naik 7,1 persen dari tahun sebelumnya.

Untuk menjawab kebutuhan mobilitas tersebut, PT KAI (Persero) bersama KAI Commuter kini fokus melakukan percepatan pengadaan sarana Commuter Line guna menambah kapasitas angkut.

“KAI Commuter mendukung dan akan terus berkordinasi dengan KAI dan stakeholders dalam pemenuhan sarana Commuter Line ke depannya,” ucap Purnomo.

Sementara itu, proses percepatan pengiriman delapan trainset sisa dari 16 pengadaan trainset tahap awal terus dikoordinasikan dengan PT INKA, yang ditargetkan tiba pada 2027.