Sebelumnya, hingga Oktober 2026, sebanyak delapan trainset telah dikirimkan. Tujuh di antaranya sudah beroperasi melayani pengguna dan sisanya masih tahap uji coba operasi.

KAI juga merencanakan pengadaan 23 trainset baru berkonfigurasi SF12 dalam 2 hingga 3 tahun ke depan. Angka tersebut mencakup 8 trainset yang menjadi kebutuhan pemenuhan sarana dengan skema pembiayaan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Kehadiran sarana baru ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas layanan serta kenyamanan perjalanan pengguna secara signifikan," kata dia.

Sesuai dengan pernyataan Direktur Utama PT KAI, lanjut Purnomo, peningkatan prasarana perkeretaapian untuk mendukung operasional train set SF12 juga terus dikebut. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas daya listrik pada layanan Green Line (Lintas Rangkasbitung).

Upaya ini krusial agar target pengoperasian 23 trainset baru tersebut dapat berjalan optimal di lintas tersebut, sekaligus mendongkrak kapasitas angkut di seluruh lintas layanan secara merata.

KAI Commuter juga tetap fokus dalam peningkatan keselamatan dengan mengoptimalkan perawatan semua sarana yang ada agar tetap dapat beroperasi untuk pemenuhan kebutuhan perjalanan Commuter Line setiap harinya.

Purnomo juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama masa transisi pengaturan pola peredaran sarana ini.

"Upaya ini kami lakukan semata-mata untuk menjaga konsistensi headway dalam layanan perjalanan, khususnya pada jam-jam sibuk," katanya.