Berdasarkan jenis komoditas, kata dia, angkutan peti kemas menjadi penyumbang terbesar dengan volume 1.517.484 ton, disusul bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 687.769 ton.
Sedangkan angkutan ritel, lanjutnya, tercatat sebanyak 37.139 ton, sementara komoditas lainnya mencapai 18.286 ton selama sembilan bulan pertama 2026.
βDominasi angkutan peti kemas dan BBM menunjukkan peran kereta api dalam mendukung distribusi barang untuk kebutuhan industri, perdagangan dan pasokan energi,β ucapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan KAI Daop 8 Surabaya terus mengoptimalkan layanan angkutan barang dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan keandalan operasional untuk memenuhi kebutuhan pengiriman pelanggan.