Dari jumlah tersebut, Lawang Sewu mencatat 1.636.638 kunjungan, sedangkan Museum Kereta Api Ambarawa menerima 490.487 kunjungan. Angka tersebut mencerminkan besarnya ketertarikan masyarakat untuk menikmati destinasi wisata yang menghadirkan pengalaman sejarah secara langsung.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa sejarah kereta api memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Selama lebih dari satu setengah abad, kereta api telah menjadi bagian dari perjalanan kota, aktivitas ekonomi, perkembangan teknologi, hingga berbagai peristiwa penting bangsa.

“Di balik setiap stasiun tua, lokomotif uap, dan bangunan bersejarah, ada cerita tentang masyarakat dan perjalanan Indonesia. Kami ingin museum-museum KAI menjadi tempat anak-anak, keluarga, dan generasi muda mengenal sejarah dengan cara yang dekat, menarik, dan berkesan,” ujar Anne.