Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan dan penyediaan fasilitas pendukung bagi pelanggan setelah pengalihan layanan.

Data KAI menunjukkan aktivitas pelanggan di kawasan tersebut tetap menjadi perhatian dalam penataan akses. Stasiun Karet mencatat 4.909.334 aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang selama Januari–Agustus 2026, sebelum pengalihan layanan.

Sementara itu, Stasiun Sudirman Baru mencatat 2.439.757 aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang sepanjang Januari–September 2026.

"Kedua angka memiliki cakupan periode berbeda mengikuti perubahan layanan, sehingga tidak digunakan sebagai perbandingan pertumbuhan kedua stasiun," ujarnya.

Khusus September 2026, aktivitas masuk dan keluar melalui gerbang KRL di Sudirman Baru mencapai 646.411, meningkat dibandingkan 190.060 aktivitas pada Agustus. Perubahan itu sejalan dengan pengalihan layanan dari Karet, yang membuat aktivitas pelanggan tercatat di lokasi layanan yang berbeda.