Sistem moda transportasi massal ini bakal menggunakan jalur tunggal dengan jalur ganda pada titik perlintasan dan stasiun akhir. Konstruksi jalur dirancang melayang di area bandara, sedangkan sisanya berada di atas permukaan tanah.

"Trem ini berbasis baterai dengan pengisian daya di depo serta stasiun akhir demi menjaga visual kawasan pesisir. Waktu tempuh Legian ke Bandara diperkirakan 23 menit, sedangkan Canggu ke Bandara sekitar 40 menit," kata Direktur PT KAI Bobby Rasyidin.

Implementasi proyek membutuhkan dukungan pemerintah daerah terkait pembebasan lahan, penyediaan lokasi depo, penguatan pesisir, hingga akses perizinan. Desain teknis trem juga memerlukan pendampingan langsung dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

"Kami butuh dukungan pemda untuk penyediaan lahan depo, akses trase bandara, dan perizinan. Pendampingan teknis dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub juga sangat kami perlukan," ujar Bobby Rasyidin.

Penandatanganan naskah kesepakatan ini turut disaksikan oleh perwakilan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Dirut Jamkrida Bali Mandara, serta jajaran pejabat Pemprov Bali dan Pemkab Badung.