Menhub Dudy Purwagandhi menyebut ada 114 orang yang telah dievakuasi. Korban yang dievakuasi terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang tewas.

"Total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia," kata Menhub Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dia mengatakan korban tersebut dievakuasi menggunakan sejumlah kapal. Sebagian besar korban dievakuasi ke Banjarmasin. Data tersebut dapat berubah seiring proses pencarian yang dilakukan tim SAR.

Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT itu dinakhodai oleh Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping. Kapal ini bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT (Local Time) dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyebut kapal tersebut mengalami kondisi listing dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa) pada Minggu 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT. Pihak Kantor Basarnas Banjarmasin sendiri menyebut kapal sempat menghadapi cuaca buruk sebelum hilang kontak.