NADIKABAR.COM — Dua warga Klaten menjadi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam saat perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin. Dua korban yakni Danang Yuliyanto (31) dan adiknya, Bagus Mahendra (25) warga Desa Lumbung Kerep, Kecamatan Wonosari, Klaten.

"Informasi dari temannya di pelabuhan menginformasikan ke bapak, bapak menginformasikan ke rumah. Bapak waktu itu soalnya perjalanan ke Sragen," tutur adik korban Sintya Dewi kepada NadiKabar di rumahnya di Dukuh Sidorejo, Desa Lumbung Kerep, Senin (14/9/2026) siang.

Diceritakan Dewi, mendapatkan kabar kapal yang ditumpangi kedua kakaknya tenggelam, ayahnya tidak melanjutkan perjalanan mengantar pernikahan ke Sragen. Ayahnya langsung pulang.

"Bapak tidak melanjutkan perjalanan, minta pulang karena sudah tidak tenang. Siang sebelum zuhur dapat kabar mas Danang ditemukan selamat, tapi mas Danang nyari mas Bagus tidak ada," papar Dewi.

Untuk memastikan pencarian, kata Dewi, ayahnya, Sutarto dan istri Danang berangkat ke Banjarmasin hari ini. Berangkat ke Banjarmasin lewat bandara Surabaya.

"Berangkat lewat Surabaya. Harapan kami sekeluarga Mas Bagus segera ditemukan, bisa kumpul dengan keluarga dan teman-teman, kami di sini terus berdoa. Semoga Mas Danang segera sehat karena luka robek di kaki,'' papar Dewi.

Pantauan NadiKabar di rumah keduanya, keluarga berkumpul dan juga teman-teman dekat keduanya. Mereka semua berharap Bagus segera ditemukan dengan kondisi selamat.

Kaur Kesra Desa Lumbung Kerep, Kecamatan Wonosari, Slamet, membenarkan Danang dan Bagus merupakan warganya. Keduanya berprofesi sebagai sopir ekspedisi.

"Profesinya sopir ekspedisi. Yang Danang sudah berkeluarga dan Bagus belum," katanya kepada NadiKabar di kantornya.

"Pemdes sudah dapat kabar itu. Yang Pak Tarto, bapaknya Mas Danang dan Bagus sudah perjalanan ke sana (Banjarmasin)," imbuhnya.

Dilansir NadiKabar.com , kapal Virgo transport 8 yang mengangkut 243 orang terbalik dan tenggelam usai menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin. Berdasarkan data dari Basarnas dan Kemenhub, ada 114 korban yang telah dievakuasi.

Dikutip dari situs resmiKemenhub, Senin (14/9/2026), data manifes menunjukkan kapal itu membawa total 243 orang yang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, 126 sopir dan kernet beserta 89 unit muatan kendaraan.

Menhub Dudy Purwagandhi menyebut ada 114 orang yang telah dievakuasi. Korban yang dievakuasi terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang tewas.

"Total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia," kata Menhub Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dia mengatakan korban tersebut dievakuasi menggunakan sejumlah kapal. Sebagian besar korban dievakuasi ke Banjarmasin. Data tersebut dapat berubah seiring proses pencarian yang dilakukan tim SAR.

Kapal Roro Penumpang KMP Virgo Transport 8 dengan bendera Indonesia berukuran 8.540 GT itu dinakhodai oleh Nakhoda Arief Yunianto serta dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping. Kapal ini bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 LT (Local Time) dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyebut kapal tersebut mengalami kondisi listing dan kehilangan kontak (lost contact) di sekitar perairan Masalembo (Laut Jawa) pada Minggu 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 LT. Pihak Kantor Basarnas Banjarmasin sendiri menyebut kapal sempat menghadapi cuaca buruk sebelum hilang kontak.