Postingan media sosial itu menjadi pernyataan pertama Flavio sejak meninggalkan Brasil. Politikus berusia 45 tahun ini, dan keluarganya, tiba dengan jet pribadi di Bandara Eksekutif Opa-Locka, dekat Miami, AS pada Rabu (28/10) waktu setempat.

Dia secara diam-diam meninggalkan Brasil melalui Argentina dan Ekuador, setelah mengungkapkan kepada publik bahwa Mahkamah Agung memerintahkan dirinya menyerahkan paspor-paspornya dan melarangnya ke luar negeri. Flavio sebelumnya menegaskan tidak berniat meninggalkan Brasil.

Pencegahan ke luar negeri itu diajukan oleh Kepolisian Brasil kepada Mahkamah Agung, dengan alasan adanya risiko bagi Flavio untuk kabur ke luar negeri terkait serangkaian penyelidikan dugaan korupsi dan pencucian uang yang tengah berlangsung terhadapnya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut AS tak terlibat langsung kaburnya Bolsonaro tersebut. Dilansir AFP, Minggu (1/11/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan Bolsonaro, bagaimanapun, dapat tinggal di Amerika Serikat "selama yang ia inginkan."

Bolsonaro, yang kalah dalam pemilihan presiden pada putaran kedua hari Minggu, tiba bersama keluarganya di AS pada hari Rabu setelah pengadilan memerintahkan penyitaan paspornya di tengah berbagai penyelidikan yang ditujukan kepadanya. Ribio mengatakan Bolsonaro telah memiliki visa AS sebelumnya.