Bolsonaro, yang kalah dalam pemilihan presiden pada putaran kedua hari Minggu, tiba bersama keluarganya di AS pada hari Rabu setelah pengadilan memerintahkan penyitaan paspornya di tengah berbagai penyelidikan yang ditujukan kepadanya. Rubio mengatakan Bolsonaro telah memiliki visa AS sebelumnya.

"Dia sebelumnya sudah memiliki visa, dan presiden memutuskan untuk mengizinkannya masuk ke negara ini," ujar Rubio dalam konferensi pers di Atlanta, Georgia, tempat ia menjamu para menteri luar negeri G20 untuk pertemuan selama dua hari.

Rubio menambahkan, "pemerintah AS tidak terlibat secara langsung" dalam pengaturan yang dibuat Bolsonaro untuk meninggalkan negaranya.

Setelah pemungutan suara, pria berusia 45 tahun itu meninggalkan Brasil melalui Argentina dan Ekuador dengan pesawat, yang menurut beberapa media AS, termasuk The New York Times dan The Wall Street Journal disewa oleh Jason Miller, seorang penasihat Trump.

Kepala maskapai penerbangan itu mengungkap, bahwa biaya pesawat yang membawa keluarga Bolsonaro ke AS dibayarkan oleh pihak perantara melalui rekening bank di AS.