"Sampai puluhan juta, sampai nggak tahulah begitu. Sekarang boro-boro, Rp 50 ribu aja udah susah. Buat makan aja sekarang susah kalau pedagang batu," ucapnya.
Meski saat ini termasuk sepi, Masril menyebut kondisi pasar paling sepi terjadi saat zaman COVID-19. Dia mengaku mulai berjualan batu akik di Pasar Rawa Bening sejak 2014.
"Sekarang ya boro-boro, paling Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, udah untung-untung banget gitu," ujarnya.
Masril mengaku tak punya pilihan selain berjualan batu akik untuk menyambung hidup. Meski dalam kondisi sepi pembeli, Masril bersyukur masih diberi kesehatan untuk berjualan.
Hal senada juga diungkap oleh pedagang batu akik, Andi (73). Bahkan, kata dia, warga yang datang ke Pasar Rawa Bening lebih banyak hendak menjual kembali batu akiknya dibanding membeli.