"Banyakan ngejual," kata Andi saat ditemui di lokasi.

"Daripada dia keluar duit di ATM, mendingan dia jualin barang bekas. Udah lama nggak kepakai, dia jual-jualin murah juga. Yang kaya, yang itu juga sama, pada ngejualin. Banyak saya dapat barang murah. Tapi kita jual juga susah, ya pembelinya nggak ada," sambungnya.

Lebih lanjut, Andi mengatakan dulu bisa menjual satu batu akik bernilai puluhan juta rupiah, tapi kini tak lagi. Dia mengaku tak punya pilihan selain berjualan batu akik untuk menyambung hidup.

"Bacan aja, bacan dulu Rp 10 juta. Sekarang paling bisa kejual sejuta udah bagus. Jangan harap yang muluk-muluk laku. Mau jual mahal nggak bisa, jual Rp 2 juta. Umpamanya dulu Rp 10 juta, sekarang paling kejual Rp 2 juta. Kalau mau pakai duit, kalau mau ngejual mahal lagi nggak bisa," imbuhnya.