Ancaman karhutla di kawasan TN Tanjung Puting juga menjadi perhatian karena hutan konservasi ini merupakan habitat berbagai satwa liar, termasuk orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Kebakaran dan asap yang menyelimuti kawasan hutan dapat menambah tekanan terhadap kehidupan satwa yang bergantung pada kelestarian ekosistem.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai KSDA Kalimantan Tengah Handi Nasoka mengatakan dampak karhutla tidak hanya mengancam orang utan, tetapi juga berbagai jenis satwa liar lainnya.

Menurut Handi, asap menjadi persoalan karena satwa juga membutuhkan udara untuk bernapas. Karena itu, kondisi ketika asap menyelimuti kawasan hutan perlu mendapat perhatian, terlebih jika dampaknya meluas hingga wilayah permukiman.