"Selain gangguan akibat asap, kebakaran yang menjangkau habitat satwa berpotensi merusak tempat berlindung, mengurangi ruang jelajah, serta mengganggu ketersediaan makanan. Dampak tersebut dapat menjadi tekanan tambahan bagi satwa yang bergantung pada hutan untuk bertahan hidup," ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Kabut asap akibat karhutla juga dilaporkan menyelimuti sejumlah wilayah di Pangkalan Bun. Situasi ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak hanya menjadi persoalan di kawasan hutan, tetapi juga dapat berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.