Kondisi yang diinginkan berupa pembaruan pada sektor produsen dan ekonomi di tingkat masyarakat, sehingga ke depan PAD akan semakin meningkat.

Peningkatan pendapatan tersebut secara langsung akan mendorong penguatan postur APBD, sehingga daerah tidak lagi bergantung pada transfer pusat.

β€œKita harapkan postur APBD kita ke depan sebagian besar sudah bersumber dari pendapatan asli daerah,” tegas Wagub Seno.

Dengan transformasi ekonomi tersebut, Pemprov Kaltim menargetkan dalam tiga tahun ke depan minimal 50 persen dari postur APBD Kaltim sudah bersumber dari PAD.

Wagub Seno juga merujuk laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa potensi pengembangan ekonomi non-ekstraktif di Kaltim sangat besar.

Opsi potensial yang terus dikembangkan adalah industri pengolahan non-ekstraktif, seperti hilirisasi energi dan kelapa sawit.