NADIKABAR.COM — Clean Energy Policy Manager EnergyLab Asia, Mardy Hout mengatakan Kamboja berpeluang mengambil peran dalam rantai pasok teknologi energi bersih Asia Tenggara melalui pengembangan manufaktur komponen, perakitan, dan integrasi sistem baterai.

Mardy mengatakan negara-negara di kawasan bisa mendukung transisi energi dengan memilih bagian rantai pasok sesuai kemampuan industri dan sumber daya yang dimiliki dan tidak harus memproduksi seluruh teknologi energi bersih secara mandiri.

"Transisi energi bersih sedang berlaku di Kamboja, di seluruh Asia Tenggara, dan di seluruh dunia. Ini menciptakan permintaan yang lebih kuat untuk teknologi energi bersih dan mengembangkan jaringan kapasitasnya di belakang mereka," ujar Mardy dalam diskusi bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.