Menurut dia, peluang yang paling sesuai bagi Kamboja berada pada produksi komponen Tier 2 seperti elektronik, peralatan listrik, komponen baterai, dan integrasi sistem, dapat menjadi pintu masuk bagi negara dengan ekonomi yang lebih kecil, dan perakitan knock-down. Segmen tersebut membutuhkan modal dan energi yang relatif lebih rendah dibandingkan produksi teknologi pada tingkat yang lebih tinggi.

Mark menyebut Kamboja telah memiliki 13 fasilitas perakitan yang beroperasi atau sedang berkembang, termasuk BYD. Negara tersebut juga memiliki kemampuan merakit lebih dari 250 ribu sepeda motor per tahun dan lima perusahaan Tier 2 berstandar ekspor yang memasok perusahaan Tier 1 serta produsen peralatan asli global.

Selain manufaktur komponen, Mardy mengatakan Kamboja berpotensi mengembangkan integrasi sistem baterai untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik dan penyimpanan energi.