“Ini multievent terbesar yang pernah saya ikuti. Senang sih bisa masuk final, melawan juara Olimpiade dan juara World Cup. Bisa ketemu, bisa ngobrol, mereka saling support satu sama lain,” ujar petembak asal Yogyakarta tersebut.

Lebih lanjut, Ghozi mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari debutnya di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Selain pengalaman bertanding di level multicabang olahraga, Ghozi juga merasakan langsung atmosfer kompetisi yang mempertemukannya dengan para atlet papan atas dunia.

Menurutnya, atmosfer Asian Games memberikan tekanan sekaligus euforia yang berbeda dibandingkan kompetisi yang pernah ia ikuti sebelumnya.

“Suasana Asian Games beda dengan kompetisi lain. Euforianya bagus di Asian Games, kita itu deg-degannya lebih terasa, karena menembak itu melawan peserta Olimpiade dan World Cup. Dan saya pertama kali main di Asian Games langsung masuk final,” tutup dia.