Arah itu kemudian dijelaskan lebih rinci oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali. Garibaldi direncanakan menjadi pangkalan terapung helikopter. Helikopter yang beroperasi dari sana tidak hanya milik TNI AL. Helikopter TNI AD dan TNI AU juga direncanakan dapat berada di kapal dan diterbangkan menuju daerah yang membutuhkan, termasuk untuk operasi bom air.

TNI AL juga melihat kapal tersebut sebagai bagian dari kemampuan operasi militer selain perang. Kapasitasnya dapat digunakan untuk membawa personel, logistik, dan peralatan ke wilayah bencana atau daerah yang membutuhkan bantuan. Dengan rancangan seperti itu, Garibaldi tidak sedang dipersiapkan untuk hidup hanya dengan satu fungsi.