NADIKABAR.COM — Kantor berita semi-resmi Fars pada Kamis (1/10) malam menyebutkan bahwa sebuah kapal tanker raksasa yang melanggar aturan saat melintasi Selat Hormuz, menggunakan rute tidak resmi di sisi selatan jalur pelayaran tersebut, telah terkena serangan dan kini terbakar.

Kapal yang mampu mengangkut 2,5 juta barel minyak itu dihantam di perairan sekitar 8 kilometer lepas pantai Oman.

Insiden itu juga dilaporkan oleh Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs webnya pada Kamis malam.

UKMTO memaparkan bahwa pihaknya telah menerima laporan pihak ketiga mengenai sebuah kapal tanker yang dihantam proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz, sehingga memicu kebakaran.

UKMTO juga menyebutkan bahwa awak kapal dilaporkan selamat, penilaian kerusakan dan dampak lingkungan belum diketahui pada saat laporan dibuat.

Mengutip pernyataan Otoritas Selat Teluk Persia Iran, badan yang bertanggung jawab atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz, Fars melaporkan pada Kamis bahwa beberapa kapal tanker minyak telah dihantam di jalur perairan tersebut dalam beberapa hari terakhir, dengan tiga kapal terakhir di antaranya dimiliki atau disewa oleh Uni Emirat Arab.

Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari, menutup jalur aman bagi kapal-kapal milik atau yang terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat menyusul serangan gabungan mereka terhadap wilayah Iran.