NADIKABAR.COM — Memasuki September 2026, masyarakat Jawa Timur mulai menantikan kapan musim hujan akan tiba. Setelah melewati periode kemarau, perubahan kondisi cuaca menjadi perhatian karena hujan mulai dibutuhkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.

Berdasarkan analisis dan prediksi BMKG dalam Analisis Dinamika Atmosfer-Laut, Analisis dan Prediksi Curah Hujan, Update Dasarian III Agustus 2026, curah hujan di Jawa Timur pada September hingga Oktober masih cenderung rendah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian wilayah Jawa Timur masih berada dalam periode yang relatif kering. Lantas, kapan musim hujan diprediksi mulai terjadi di Jawa Timur?

Awal musim hujan di Jawa Timur tidak terjadi secara serentak. Waktu masuknya musim hujan dapat berbeda antardaerah, sehingga perkembangannya perlu dilihat berdasarkan kondisi curah hujan di masing-masing wilayah.

Menurut BMKG, September dan Oktober 2026 masih menjadi periode dengan curah hujan yang relatif rendah di Pulau Jawa. Pada September 2026, sebagian besar wilayah Jawa diprediksi memiliki curah hujan bulanan rendah.

Kondisi serupa masih terlihat pada Oktober 2026. Artinya, memasuki dua bulan tersebut, Jawa Timur belum dapat dianggap memasuki musim hujan secara merata.

Pada September 2026, curah hujan di sejumlah wilayah Jawa diprediksi masih rendah hingga menengah. BMKG juga memperkirakan sebagian besar wilayah Jawa memiliki peluang tinggi mengalami curah hujan kurang dari 50 mm per bulan.

Hujan tetap berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur. Namun, jumlah dan frekuensinya belum menunjukkan kondisi basah yang berlangsung merata di seluruh wilayah.

Oktober 2026 juga belum menunjukkan perubahan yang merata menuju kondisi lebih basah di seluruh Jawa Timur. Prediksi BMKG masih menempatkan sebagian besar Pulau Jawa dalam wilayah dengan curah hujan rendah pada bulan tersebut.

Peluang curah hujan kurang dari 50 mm per bulan juga masih tinggi di Pulau Jawa. Dengan kondisi tersebut, periode Oktober masih perlu diperhatikan karena sebagian wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami kondisi yang relatif kering.

Perubahan menuju periode yang lebih basah mulai terlihat setelah September dan Oktober 2026. Pada November 2026, wilayah dengan peluang curah hujan sangat rendah mulai berkurang dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Untuk November 2026, wilayah Jawa Timur yang masih memiliki peluang tinggi mengalami curah hujan kurang dari 50 mm per bulan berada di sebagian wilayah Madura. Sementara itu, Desember 2026 hingga Februari 2027 tidak terdapat wilayah dengan peluang tinggi mengalami curah hujan kurang dari 50 mm per bulan.

Meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti seluruh Jawa Timur resmi memasuki musim hujan pada November 2026. Awal musim hujan tetap dapat berbeda tim redaksi satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Secara umum, karakter curah hujan pada September hingga November 2026 diprediksi berada pada kondisi bawah normal hingga normal. Sementara itu, pada Desember 2026 hingga Februari 2027, karakter curah hujan diprediksi berada pada kondisi normal hingga atas normal.

Perubahan tersebut memberikan gambaran bahwa periode akhir 2026 hingga awal 2027 berpotensi memiliki kondisi yang lebih basah dibandingkan September dan Oktober 2026.

Namun, masyarakat Jawa Timur tetap perlu memperhatikan pembaruan prakiraan BMKG karena kondisi atmosfer dan laut dapat mempengaruhi perkembangan hujan dari waktu ke waktu.

Selain melihat gambaran awal musim hujan di Jawa Timur, prediksi curah hujan bulanan dapat memberikan gambaran mengenai sebaran potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia. Data tersebut menunjukkan wilayah yang berpeluang mengalami curah hujan tinggi maupun rendah pada setiap bulannya.

Berikut prediksi curah hujan September 2026 hingga Februari 2027, termasuk wilayah yang berpeluang mengalami curah hujan lebih dari 300 mm per bulan serta wilayah dengan curah hujan kurang dari 100 mm dan 50 mm per bulan.