Salat Tarawih dilaksanakan setelah salat Isya dan sebelum witir dengan setiap dua rakaat diakhiri salam, dapat dikerjakan secara berjemaah di masjid maupun sendiri (munfarid) di rumah, meski berjemaah di masjid memiliki keutamaan yang lebih besar. Sebagaimana Rasulullah SAW menganjurkannya tetapi tidak mewajibkannya.

Semangat melaksanakan malam pertama Tarawih tidak lepas dari besarnya keutamaan dan pahala yang dijanjikan. Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, dicantumkan hadits shahih riwayat Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa yang menunaikan salat pada malam bulan Ramadan (Tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosa kecilnya yang telah berlalu akan diampuni." (HR. Muttafaq 'alaih)

Keutamaan ini menjadi motivasi besar bagi setiap muslim untuk tidak melewatkan malam pertama Tarawih sebagai pijakan awal meraih keberkahan di bulan suci Ramadan 2027.