NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai kapasitas komputasi (computing power) menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kedaulatan digital dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).
"Di era AI ini komputasi punya posisi seperti listrik bagi ekonomi digital. Jadi listriknya ekonomi digital itu computing power, ini saya kira penting juga nanti untuk kita kulik," kata Nezar dalam Bali Tech Week (BTW) 2026 di Denpasar, Bali pada Kamis.
Nezar menyampaikan pembahasan mengenai kedaulatan digital perlu melihat ekosistem yang menjadi fondasi daya saing suatu negara, mulai dari energi, konektivitas, hingga kapasitas komputasi.
Ketiga aspek tersebut semakin penting seiring berkembangnya AI yang membutuhkan pasokan energi yang andal dan stabil, jaringan yang tangguh serta terjangkau, pusat data, cloud, industri semikonduktor, penyimpanan, dan perangkat lunak.
Negara yang tidak memiliki kapasitas komputasi yang dapat diandalkan akan menghadapi hambatan dalam meningkatkan daya saingnya karena kapasitas komputasi kini juga menjadi bagian dari persaingan teknologi global.
Nezar mencontohkan perkembangan AI saat ini didorong oleh kompetisi negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat dan China, serta besarnya investasi untuk mengembangkan teknologi, pembangunan industri semikonduktor dan pusat data.
Dia melanjutkan di Indonesia, kapasitas pusat data saat ini disebut sekitar 580 megawatt dan ditargetkan meningkat menjadi 1,3 gigawatt pada 2027 hingga 2028. Namun, Nezar menilai kapasitas tersebut masih kecil dibandingkan kebutuhan Indonesia.