"Bagi masyarakat kecil, kehilangan barang dengan nilai tertentu sangat memukul ekonomi mereka. Karena itu, setiap laporan wajib ditangani serius," ujarnya.

Dekananto mengakui keterbatasan personel menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, kepolisian akan terus berupaya mengoptimalkan pelayanan dan menangani laporan masyarakat secara serius.

Ia juga menanggapi keluhan warga mengenai gangguan ketertiban lingkungan akibat penggunaan perangkat pengeras suara dengan volume berlebihan atau yang dikenal sebagai sound horeg. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menertibkan penggunaan pengeras suara tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Melalui Subuh Keliling ini, kami berharap sumbatan komunikasi bisa mencair. Masukan langsung dari warga adalah energi kami untuk menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif," katanya.