Dalam arahannya, Kapolres menyoroti pengaruh pergaulan dan media sosial terhadap perilaku remaja. Ia mengingatkan para siswa agar tidak langsung mempercayai informasi atau mengikuti ajakan tanpa memahami tujuan dan akibatnya. Menurutnya, kemampuan memilah informasi dan menentukan sikap secara mandiri merupakan bekal penting untuk menghadapi tekanan kelompok maupun pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.
"Jangan pernah menyerahkan masa depan kalian kepada orang yang hanya pandai mengajak, tetapi tidak ikut menanggung akibatnya. Sebelum mengambil keputusan, pikirkan baik-baik manfaat dan risikonya. Jangan takut berbeda dari teman ketika kalian tahu sesuatu itu salah. Keberanian yang sesungguhnya bukan mengikuti keramaian, melainkan mampu menentukan sikap dan bertanggung jawab atas pilihan sendiri," jelas Putu Kholis.
Kapolres juga mengingatkan bahwa tawuran dapat membahayakan keselamatan dan berujung pada persoalan hukum. Penyalahgunaan narkoba berisiko merusak kesehatan, sedangkan perundungan dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi korban. Ia turut menyoroti bahaya judi daring yang dapat menyebabkan kerugian keuangan dan mendorong perilaku berisiko.
Para siswa diajak membangun pergaulan yang saling menghargai, mengembangkan keterampilan, serta meminta bantuan guru atau orang tua ketika menghadapi persoalan.