Dalam ungkapan ini Kapolri menyebut pihaknya telah menerima profil lengkap terkait kapal tersebut, yaitu Kapal MT Global 168. Kapal tersebut berjenis kapal tanker berbendera Mongolia.

"Jadi benderanya Mongolia tapi kapalnya dari Malaysia," katanya.

Kapal tersebut masih berstatus aktif beroperasi. Modusnya para pelaku mengubah nama kapal untuk mengalihkan petugas.

Kapolri mengatakan kapal tersebut dicurigai berdasarkan pemantauan intelijen terhadap pergerakan anomali di Selat Malaka sejak bulan Agustus 2026. Kapolri mengatakan pihaknya sengaja memantau kapal tersebut tidak sebentar.