Jenderal Sigit mencontohkan Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan sebagai negara yang berhasil memanfaatkan momentum bonus demografi dengan memperkuat pendidikan, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, menciptakan lapangan kerja bernilai tambah tinggi, serta menjaga kualitas kesehatan masyarakat.

Sebaliknya, Brasil dan Thailand menjadi contoh negara yang belum berhasil mengoptimalkan momentum bonus demografi. Hal tersebut antara lain dikaitkan dengan belum optimalnya kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja, terbatasnya lapangan kerja berkualitas, serta perkembangan teknologi dan industri yang belum mampu meningkatkan produktivitas secara maksimal.

Jenderal Sigit menekankan pengalaman berbagai negara tersebut menjadi pelajaran penting agar Indonesia tidak menyia-nyiakan momentum bonus demografi. Terlebih, Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia dan kekayaan sumber daya alam.

Indonesia memiliki cadangan nikel sebesar 62 juta ton atau 44,3 persen dari cadangan global. Cadangan emas Indonesia mencapai 3.600 ton dan menempatkan Indonesia pada peringkat keempat terbesar di dunia.

Pemerintah juga telah melakukan groundbreaking 26 proyek hilirisasi komoditas strategis dengan total investasi Rp231 triliun. Hilirisasi diharapkan memberikan nilai tambah bagi perekonomian sekaligus membuka semakin banyak lapangan kerja.