Di sektor energi, pemerintah menerapkan biodiesel B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar yang diproyeksikan dapat menghemat devisa hingga Rp170 triliun.
Jenderal Sigit mengatakan berbagai potensi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong transformasi Indonesia menuju negara maju. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan Indonesia mempersiapkan generasi produktif sekaligus mengelola sumber daya yang dimiliki untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Karena itu, Jenderal Sigit mengajak mahasiswa sebagai bagian dari generasi yang akan berada pada usia produktif ketika bonus demografi mencapai puncaknya untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.
Jenderal Sigit menegaskan keberhasilan memanfaatkan bonus demografi membutuhkan kolaborasi pemerintah, sektor swasta, masyarakat, kalangan akademisi, serta generasi muda. "Ini semua bisa berjalan kalau kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan para cendekiawan ini bisa bersatu. Ini kuncinya," pungkas Jenderal Sigit.