Apabila terdapat perbedaan maupun persoalan, Kapolri meminta agar diselesaikan melalui dialog dan musyawarah dengan tetap menghormati hukum serta norma yang berlaku.

Semangat tersebut sejalan dengan sejarah Banten yang memiliki kedekatan antara ulama dan jawara. Ulama memberikan bimbingan moral dan spiritual, sementara jawara menanamkan keberanian, ketangguhan, dan kepedulian untuk melindungi masyarakat.

Kapolri menilai pencak silat Tjimande harus terus dikembangkan sebagai sarana pembinaan generasi muda. Melalui pembinaan yang tepat, pencak silat diharapkan melahirkan pesilat yang tangguh namun santun, kuat tetapi mampu mengendalikan diri, serta senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat.