Selain menjadi pusat pembinaan seni dan budaya, ia meminta pesanggrahan juga dimanfaatkan sebagai ruang pembentukan karakter bagi para pesilat.

Para pesilat diharapkan tumbuh sebagai pendekar yang menjunjung keberanian, membela kebenaran, melindungi masyarakat yang membutuhkan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Sigit menilai nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, ia mengajak jawara dan perguruan silat bersinergi dengan Polri menjaga situasi kamtibmas di Banten.

Ia juga mendorong pembangunan tempat pembinaan serupa di setiap kabupaten agar kegiatan pelatihan, diskusi, pelestarian budaya, dan penguatan persatuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Melalui keterbukaan dan kebersamaan tersebut, Pesanggrahan Tjimande diharapkan menjadi ruang bersama bagi pesilat, pelaku seni, dan masyarakat untuk merawat kebudayaan serta mendukung terciptanya Banten yang aman dan harmonis.