NADIKABAR.COM β Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meresmikan Balai Latihan Seni Silat Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) yang terbuka bagi seluruh perguruan silat dan masyarakat di Banten.
βPesanggrahan ini tidak hanya untuk PTBI sendiri, tetapi juga semua peguron boleh untuk menggunakan tempat ini dan masyarakat pun juga boleh menggunakan, termasuk berbagai macam kearifan lokal dan seni budaya yang ada,β kata Sigit dalam keterangannya saat meresmikan PTBI di Banten, Jumat.
Peresmian balai latihan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun ke-3 PTBI.
Sigit menegaskan balai latihan itu tidak hanya menjadi tempat kegiatan satu organisasi, tetapi juga terbuka untuk pembinaan pencak silat, pengembangan seni budaya, pelestarian kearifan lokal, serta mempererat silaturahmi masyarakat.
Menurut dia, pesanggrahan memiliki makna lebih luas daripada sekadar tempat berlatih bela diri. Tempat tersebut dapat menjadi ruang belajar, berdiskusi, berkumpul, dan menyelesaikan persoalan bersama.
βNamanya pesanggrahan itu tempat belajar, tempat diskusi, tempat kita ngariung untuk bersama-sama menyelesaikan suatu persoalan,β ujarnya.
Sigit mengapresiasi inisiatif PTBI membangun balai latihan sebagai wadah pembinaan dan berharap keberadaannya dapat memperkuat persaudaraan antarpesilat dan antarperguruan.
Menurut dia, persatuan menjadi modal penting untuk menjaga dan mengembangkan pencak silat Tjimande serta berbagai seni budaya Banten.
Ia mengingatkan para pimpinan peguron agar menjaga kekompakan dan soliditas dalam membina para pesilat.
Sigit juga mengatakan para pesilat memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan dan mengembangkan seni budaya Banten agar semakin dikenal secara luas.
Selain menjadi pusat pembinaan seni dan budaya, ia meminta pesanggrahan juga dimanfaatkan sebagai ruang pembentukan karakter bagi para pesilat.
Para pesilat diharapkan tumbuh sebagai pendekar yang menjunjung keberanian, membela kebenaran, melindungi masyarakat yang membutuhkan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Sigit menilai nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, ia mengajak jawara dan perguruan silat bersinergi dengan Polri menjaga situasi kamtibmas di Banten.
Ia juga mendorong pembangunan tempat pembinaan serupa di setiap kabupaten agar kegiatan pelatihan, diskusi, pelestarian budaya, dan penguatan persatuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui keterbukaan dan kebersamaan tersebut, Pesanggrahan Tjimande diharapkan menjadi ruang bersama bagi pesilat, pelaku seni, dan masyarakat untuk merawat kebudayaan serta mendukung terciptanya Banten yang aman dan harmonis.