NADIKABAR.COM — Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menyebut seluruh jajaran yang bertugas untuk mengawal aksi unjuk rasa di pelbagai daerah akan dibekali kamera perekam pada tubuh atau body-worn video camera (bodycam).
Suyudi mengatakan penggunaan body camera itu sebagai bentuk penguatan akuntabilitas Polri di setiap pengamanan aksi demonstrasi.
"Sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas, Polri juga mendorong penguatan kamera yang dikenakan personel atau body-worn camera dalam pelaksanaan tugas pengamanan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10).
Ia juga mengaku telah memerintahkan seluruh anggota Korps Bhayangkara agar dalam setiap pengamanan aksi mengedepankan pendekatan humanis.
Suyudi menekankan agar pengelolaan massa dilakukan secara dialogis sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman.
"Mengajak masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," tutur jenderal bintang empat itu.
Suyudi pun memastikan upaya itu juga dibarengi dengan reformasi internal yang berkelanjutan di dalam tubuh POlri. Suyudi memastikan pembenahan dilakukan dengan penguatan pengawasan, penerapan sistem merit dalam pembinaan karier, transformasi digital serta peningkatan transparansi.
"Kami menyadari bahwa Polri masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami terus berbenah dan mendengarkan masukan masyarakat dan memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara," jelasnya.
Di sisi lain, Suyudi menegaskan bahwa pihaknya juga berkomitmen penuh untuk memperkuat penegakan hukum yang adil dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Hal itu, kata dia, penting untuk menjaga stabilitas keamanan guna mendukung pembangunan nasional di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.
Suyudi menekankan kepada jajarannya agar setiap pelaksanaan tugas kepolisian harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengikuti dinamika keamanan, sosial dan ekonomi.