NADIKABAR.COM — Balai Karantina Kalimantan Barat (Kalbar) memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) penegakan hukum untuk mengantisipasi penyelundupan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan melalui perbatasan Indonesia-Malaysia sepanjang 967 kilometer.
"Kalimantan Barat merupakan wilayah rawan dengan bentangan perbatasan darat yang sangat panjang. Potensi penyelundupan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan sangat tinggi, baik dari negara tetangga maupun negara lain," kata Kepala Balai Karantina Kalbar Ferdi di Pontianak, Rabu.
Dia mengatakan kondisi geografis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat wilayah tersebut memiliki potensi kerawanan terhadap masuknya komoditas ilegal maupun hama dan penyakit dari luar negeri.
Menurut dia, penguatan kemampuan petugas perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas SDM yang unggul, tangguh, dan mampu memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pengawasan serta penindakan.