"Negara-negara tujuan itu ada yang mempersyaratkan dan ada yang tidak. Yang mempersyaratkan itulah yang perlu kita bantu masyarakat untuk keberhasilan pelaksanaan ekspor," ujarnya.
Kertanegara mengatakan komoditas perikanan menjadi salah satu produk utama yang diekspor dari Papua Barat Daya karena daerah tersebut memiliki potensi perikanan yang cukup besar.
Data BKHIT Papua Barat Daya menunjukkan ekspor kerapu hidup ke Hong Kong mengalami peningkatan dibandingkan 2024.
Pada 2024, pengiriman kerapu hidup ke Hong Kong tercatat satu kali dengan volume 4.478 ekor senilai Rp1,28 miliar. Sementara hingga triwulan III 2026, pengiriman telah dilakukan sebanyak lima kali dengan volume mencapai 15.121 ekor.