"Ini teman-teman sudah naik dari beberapa titik, sama masyarakat dan relawan untuk melakukan penanganan baik memadamkan dengan gepyok hingga membuat sekat bakar untuk mencegah api yang sulit dijangkau meluas," ujarnya.

Ia menambahkan sebenarnya cukup banyak relawan hingga petugas yang ingin turun langsung ke lapangan untuk membantu penanganan. Namun, memang untuk tim yang diperbolehkan naik dibatasi dengan peraturan ketat dan harus memiliki skill.

"Banyak personel yang ikut, ada yang 30 orang berangkat dari satu titik, ada yang 50 personel dari titik lain. Kalau terkait tenaga personel sebenarnya banyak dan semangatnya memang ada, cuma skill atau kemampuan perlu diperhatikan karena khawatir seperti kejadian di Bromo," sambung Tyas.