"Sekarang benar-benar kering sekali. Sehingga api kecil pun sudah bisa menyulut cukup banyak," katanya.
Adapun, berdasarkan data DLHK Jateng, karhutla di Jateng diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp 2,4 miliar. Sejauh ini, kata Soegiharto, tak ada korban jiwa dari kejadian karhutla di Jateng.
"Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 2,4 miliar. Terdiri dari Rp 1,66 miliar dari lahan masyarakat dan Rp 737,5 juta di hutan negara," jelasnya.
Pihaknya juga mewaspadai potensi kebakaran di hutan alam, terutama di wilayah pegunungan. Gunung Lawu, Sindoro-Sumbing, hingga sejumlah kawasan pegunungan lainnya, kata Soegiharto, perlu mendapat perhatian.
"Kalau di hutan-hutan itu masih hutan alam asli. Asal tidak ada yang menyulut, insyaallah aman. Tapi kami agak khawatir kalau itu terjadi di hutan-hutan alam, karena agak berbahaya," tuturnya.
"Kami dengan teman-teman di lapangan sudah meningkatkan patroli, mencegah. Karena sebagian besar penyebabnya manusia," sambungnya.