Upaya pemantauan dan pemadaman dilakukan siang hingga malam hari dengan tetap memperhitungkan arah angin, perkembangan api, kondisi medan, dan keselamatan seluruh personel.
"Petugas tetap berupaya maksimal meskipun akses menuju lokasi cukup berat. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas karena kondisi angin, medan, dan jarak tempuh sangat menentukan langkah pemadaman di lapangan," tutur Abdul.
Sementara itu, kebakaran yang terjadi di Jalur Pintu Walet Timur Hodo, Grid 67-68, Zona Rimba, membakar sekitar 37,34 hektare lahan, Jumat (11/9/2026). Petugas melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual serta membuat sekat bakar.
"Vegetasi terdampak tim redaksi lain ilalang, serasah, semak belukar, kesambi, luhu, sonokeling, safari bura, dan saroe," jelas Abdul.
Abdul mengungkapkan penyebab kebakaran di wilayah Resor Piong, diduga berkaitan dengan aktivitas penggembalaan ternak, termasuk dugaan penggunaan api untuk menggiring ternak dan atau merangsang tumbuhnya tunas baru sebagai pakan.