"Operasi pemadaman darat memang tidak bisa dilakukan karena sangat berbahaya, sehingga kita hanya memantau pergerakan api saja," ujar Kelik.

Kelik menyebut cuaca ekstrem dan medan yang terjal menjadi hambatan utama petugas di lapangan. Pemadaman melalui jalur darat dinilai sangat berisiko bagi para personel.

Ia mengatakan bahwa satu-satunya cara pemadaman yang awalnya bisa dilakukan dengan mengerahkan Helikopter Water Bombing. Namun, kondisi angin kencang menjadi kendala hingga Senin siang.