"Pagi tadi helikopter sudah melakukan penyiraman dua kali. Tapi karena angin kencang, water bombing tidak dilanjutkan dan sampai saat ini masih memantau situasi apa memungkinkan helikopter diterbangkan. Kalau sampai siang ini masih belum bisa," kata Kelik.

Berdasarkan pemantauan Perhutani pada Kamis (10/9/2026) dan Jumat (11/9/2026), lokasi titik api terakhir di Gunung Kawinajang sudah padam. Namun, hembusan angin kencang pada Sabtu (12/9/2026) memicu kobaran api kembali muncul.

"Titik api yang menyala itu tetap berada di lereng Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang," tutur Kelik.