"Kami kembali menghimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan mewaspadai puntung rokok. Pohon-pohon dan rumput di sepanjang jalur pendakian saat ini sangat kering sehingga mudah tersulut, terlebih ketika angin bertiup," katanya.
Hingga Kamis petang, upaya pengendalian masih berlangsung melalui pemadaman darat dan pembuatan sekat bakar untuk membatasi pergerakan api, setelah kebakaran yang pertama kali terpantau pada Rabu (21/10) malam berkembang dari perkiraan sekitar lima hektare menjadi puluhan hektare.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mengirimkan personel gabungan untuk membantu penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai.
Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Syamsul Huda di Cirebon, Kamis, mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan tindak lanjut arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon untuk mendukung penanganan kebakaran di kawasan tersebut.
"Kami dari Kabupaten Cirebon sudah menerjunkan 48 personel. Personel yang dikerahkan berasal dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu upaya penanganan kebakaran di lapangan," katanya.
Selain mengirimkan personel, BPBD Kabupaten Cirebon menyiapkan peralatan pendukung berupa pompa alkon, penampungan air, toren, serta logistik untuk memenuhi kebutuhan petugas selama bertugas.
Mengutip dari NadiKabar, minimnya air serta kencangnya angin membuat karhutla di kawasan Ciremai itu semakin meluas sejak terdeteksi awal Rabu malam, pukul 20.44 WIB.
Humas Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Asep, menjelaskan kebakaran hutan Gunung Ciremai yang terjadi semalam memang semakin meluas.
Sebelumnya, api hanya berada di area perbatasan hutan Desa Seda, tapi sejak pukul 04.00 WIB sudah merambat ke arah barat Blok Yanggo, Desa Cibuntu, Pasawahan, Kabupaten Kuningan.