"Sekarang api belum tertangani masih besar menuju sebelah Barat ke area atas, di situ kan ada zona rimba. Pertama titiknya itu katanya di Seda, sekarang sudah di Blok Yanggo Desa Cibuntu dari jam 4 pagi itu," tutur Asep, Kamis, dikutip dari NadiKabar.
Asep memaparkan beberapa penyebab kebakaran semakin menyebar, seperti tidak adanya embung penampung air dan jauhnya akses mata air dari lokasi kejadian. Angin kencang serta akses yang sulit dijangkau juga membuat kebakaran sulit tertangani.
"Angin ya, karena angin kan sangat lumayan besar. Dan kebetulan juga titik-titik airnya kan tidak tersedia. Tidak ada embung, akses mata air juga jauh. Akses ke lokasi juga terjal, karena itu kan jalan setapak, nggak bisa dilewati kendaraan. Ditambah kondisi semalam kan gelap juga," tutur Asep.
Sebab keterbatasan itu, untuk memadamkan api, para relawan masih menggunakan cara manual seperti menggunakan ranting pohon serta membuat sekat bakar agar api tidak menyebar.
"Nah, kalau di sini di Cibuntu kebetulan nggak ada embung ya. Jarak ke sumber mata air kan jauh. Ya, akhirnya seperti itu, pakai ranting-ranting digebuk-gebukin. Jet shooter juga kan terbatas itunya, kapasitas liternya sama paling membuat sekat bakar agar tidak menyebar. Puluhan MPA dari 6 desa ini lagi di sana," tutur Asep.
Asep menyebut pihaknya belum mengetahui penyebab pasti kebakaran di Gunung Ciremai tersebut. Namun, melihat waktu kejadian yang berlangsung malam hari ditambah lokasi kebakaran yang berada di area Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), muncul dugaan bahwa kebakaran tersebut disengaja.
"Tadinya ketika kelompok tani hutan turun jam 5 (sore) tuh belum ada katanya. Belum ada api. Diduga seperti itu karena ini dekat-dekat HHBK kan, hasil hutan bukan kayu kebanyakan yang biasa digarap oleh kelompok tani hutan. Sepertinya ada yang memang sengaja membakar ini, nggak ngerti. Kita lagi menduga-duga ini untuk apa gitu membakar hutan," tutur Asep.
Sementara itu, Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, menuturkan hingga kini, pihaknya bersama relawan dan masyarakat sekitar masih terus melakukan upaya pemadaman.
Video resmi yang dikeluarkan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memperlihatkan api masih membakar area hutan. Asap pekat berwarna putih juga tampak memenuhi area hutan dan lahan yang ada di Gunung Ciremai.