Keduanya kemudian dibawa ke Pusat Rehabilitasi YIARI untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi Mama Penja jauh lebih buruk daripada saat pertama kali ditemukan.
Mama Penja mengalami dehidrasi berat dan tampak pucat. Tim juga menemukan luka bakar pada kedua kakinya hingga menyebabkan kulit terkelupas.
"Luka tersebut kemungkinan terjadi karena orang utan berjalan di atas tanah gambut yang terbakar," ujar Karmele.
Tak hanya luka di kaki, kondisi gigi Mama Penja juga memprihatinkan. Banyak bagian giginya mengalami pengikisan. Karmele menduga kondisi tersebut berkaitan dengan terbatasnya sumber makanan akibat kebakaran.
Mama Penja kemungkinan terpaksa mengonsumsi kulit pohon atau jenis makanan lain yang tidak sesuai secara terus-menerus karena kesulitan mendapatkan pakan. Kondisi kelaparan itu bahkan terlihat ketika Mama Penja mulai sadar setelah dibius.
"Yang paling menyedihkan bagi saya adalah ketika orang utan mulai terbangun dari pembiusan. Ia tidak menunjukkan perilaku agresif atau berusaha melawan. Ia hanya mencari makanan," kata dia.