NADIKABAR.COM — Pemerintah meminta sektor swasta dan perusahaan pemegang izin konsesi lahan di Kalimantan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keterlibatan pihak swasta dinilai sangat krusial di tengah tekanan cuaca ekstrem dan krisis asap yang kian mengkhawatirkan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurrofiq, menjelaskan bencana karhutla di wilayah Kalimantan sudah masuk dalam kategori sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini terlihat dari tebalnya kabut asap imbas karhutla yang kini sudah menyelimuti berbagai wilayah di Pulau itu.
Sebagai contoh di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kualitas udara sudah sangat buruk akibat kepulan asap pekat hasil lahan gambut yang terbakar. Bahkan menurutnya di kawasan ini sinar matahari sudah terlihat berwarna kuning yang menunjukkan tingkat pencemaran udara yang sangat parah.