"Perkembangan ini merupakan indikasi positif, tetapi tetap perlu diverifikasi melalui pemantauan dan pemeriksaan di lapangan. Angka luas terbakar merupakan hasil pemantauan geospasial dan dapat berubah mengikuti pembaruan data serta pemetaan," kata Berton.
Berton menyebut Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Kepala BMKG Teuku Faisal telah melakukan pemantauan udara pada 31 Oktober lalu. Dari hasil pemantauan, disebut kepulan asap dan sejumlah titik api di Kabupaten Merauke masih terlihat.
"Karena itu, penanganan terus diperkuat melalui pemantauan berbasis satelit dan drone, verifikasi titik api, serta koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait untuk mempercepat respons di lokasi kebakaran," ujar Berton.