Menurutnya, asap karhutla juga dapat mengganggu satwa yang berada di sekitar lokasi. "Ya, paling tidak sama, dia (hewan) butuh udara juga ya, sesak akibat asap itu juga bisa mempengaruhi," kata Yinaidi.
Di tengah kebakaran yang belum berhasil dipadamkan, keberadaan harimau masih terdeteksi di kawasan tersebut. Informasi itu diterima dari seseorang yang sedang memancing pada sore hari.
"Kemarin saya ke Sembilang, dari operator di sana dan para pemancing masih mendengar suara harimau," katanya.
Suara harimau tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak balai. Namun, hingga kini belum ada temuan langsung mengenai satwa yang terdampak kebakaran.
Berdasarkan data pemantauan pada 2022, tercatat sekitar 11 ekor harimau di kawasan Berbak. Data tersebut menjadi salah satu gambaran keberadaan satwa dilindungi di kawasan konservasi tersebut.