NADIKABAR.COM — Penanganan kasus dugaan penganiayaan, yang belum kunjung tuntas memberikan dampak psikologis mendalam bagi Karina Ranau.
Istri mendiang aktor Epy Kusnandar itu, mengaku mengalami insomnia parah dan harus bergantung pada obat-obatan agar bisa beristirahat di malam hari.
Karina Ranau mengaku berjuang keras, menyembunyikan rasa trauma dan rasa takut yang dialaminya sejak insiden kekerasan terjadi pada Juni 2026. Namun, ketidakpastian proses hukum yang berlarut-larut membuatnya semakin tertekan.
"Saya sudah mencoba untuk terlihat baik-baik saja. Setiap malam saya di warung, kerja. Setiap malam saya pulang gak bisa tidur. Setiap malam sampai hari ini saya selalu harus minum obat. Saya harus minum obat supaya bisa tidur," kata Karina di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026).
Karina Ranau merasa sangat tersiksa karena, harus menanggung penderitaan seorang diri. Sementara di sisi lain, terduga pelaku yang menyerangnya belum juga mendapatkan kepastian hukuman.
"Saya berharap kepada polisi, kepada semua petinggi, kepada semua yang membela keadilan, tolong saya. Jangan biarkan orang itu tidur nyenyak, sedangkan saya gak bisa tidur sampai hari ini," tegasnya sambil menahan tangis.
Peristiwa dugaan tindak kekerasan terhadap Karina Ranau terjadi pada 15 Juni 2026 sekitar pukul 11.45 WIB di warung makan miliknya, Warung Jukut Goreng Samali, kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.
Kejadian berawal dari, seorang pria yang memaksa memesan makanan sebelum jam operasional warung dimulai. Suasana kian memanas setelah pelaku merasa tersinggung saat ditegur secara sopan untuk memindahkan sepeda motornya yang diparkir menghalangi ruko tetangga.
Pelaku kemudian mencengkeram tangan Karina dan mendorong tubuhnya dengan kasar hingga tersungkur ke aspal jalan raya. Akibat dorongan tersebut, Karina mengalami luka lecet serta memar di tubuhnya, disertai trauma berkepanjangan.