Ia mengatakan bahwa pencapaian tersebut berkat dukungan dari mendiang pelatih Slamet Widodo yang meninggal beberapa hari sebelum keberangkatan Kontingen Indonesia ke Jepang.

"Memang takdirnya beliau (Slamet Widodo) tidak bisa mengikuti event ini karena sudah mendahului kita (meninggal)," katanya.

Selain untuk pelatih, Karisma juga mempersembahkan pencapaian gemilang di panggung multi cabang olahraga atlet penyandang disabilitas terbesar Asia itu untuk keluarga atau orang tuanya serta untuk masyarakat Indonesia yang mendukungnya.