NADIKABAR.COM — Atlet para atletik Indonesia Karisma Evi Tiarani menyampaikan klarifikasi terkait rekor dunia yang tercatat atas penampilannya pada final nomor 100m T63 putri Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Nah, sebenarnya aku mau klarifikasi ini. Di situ tadi tulisannya kan world record. Sebenarnya world record-nya itu aku juga, tapi di Paris (pada Paralimpiade 2024)," kata Karisma Evi Taiarani saat ditemui sesuai pertandingan final di Nagoya City Mizohu Park Athletic Stadium, Nagoya, Jepang, Rabu.

Karisma berhasil merebut emas nomor 100m T63 putri dengan catatan waktu 14,59 detik. Atlet 25 tahun itu berhasil mengatasi dua lawannya asal Jepang, Tomomi Tozawa dan Kaeda Maegawa, masing-masing membukukan waktu 16,08 detik dan 16,67 detik.

Karisma menjelaskan bahwa dirinya juga tercatat membukukan rekor dunia baru setelah pertandingan tersebut. Laman resmi Asian Para Games 2026 juga menyebut rekor Karisma dengan keterangan WR (World Record).

Namun, ia menjelaskan bahwa rekor dunia yang saat ini dipegangnya dengan catatan waktu 14,26 detik yang ia bukukan pada Paralimpiade Paris 2024.

"Saya tidak tahu kenapa di situ ditulisnya pecah world record, padahal sebenarnya belum. World record-nya itu di 14,26 detik Nah, ini tadi kan 14,59 detik," katanya.

Ia mengatakan bahwa kemungkinan terjadi kesalahan komunikasi atau pendataan terkait rekor tersebut.

"Kita lihat saja mungkin nanti ada update informasi terkait ini," katanya.

Terlepas dari rekor dunia tersebut, Karisma mengaku bersyukur bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia, setelah mengawali perjuangan dengan merebut perunggu nomor lompat jauh putri klasifikasi T42/T44/T61/T62/T63/T64.

Perolehan emas tersebut merupakan emas kelima Kontingen Indonesia di pesta multi cabang olahraga atlet penyandang disabilitas terbesar Asia. Indonesia masih berpeluang menambah koleksi emas melalui atlet-atlet dari berbagai cabang olahraga yang akan memainkan laga final dalam beberapa hari ke depan.