"Orang yang akan datang, mereka parkir di tempat yang jauh dari lokasi ini. Lalu diantar ojol, dan mereka bisa masuk dengan kode tertentu. Tidak serta merta semuanya bisa masuk, sehingga kami juga kesulitan," jelasnya.

"Ini menjadi PR kita karena masyarakat sekitar sini sudah terafiliasi. Pada saat kami cek waktu itu, mereka tidak kooperatif menunjukkan kalau ini digunakan untuk tempat perjudian. Saat kami tanya, dijawab digunakan untuk gudang pabrik," imbuhnya.

Pengunjung kasino tersebut berasal dari kalangan tertentu. Kapolres mengatakan hanya orang yang diundang dari kalangan menengah atas yang diizinkan bermain di dalam Kasino.

Sejauh ini, tamu yang datang masih didominasi warga di Solo Raya. Kapolres mengungkapkan belum ada tamu dari luar kota yang datang ke sini.

"Informasi (tamunya) masih Solo Raya. Dari Bulan November (2025) kita sudah lakukan giat. Kalau dihitung dari November sampai Agustus (2026), sudah 9-10 bulan lebih (operasional kasino). (Yang datang) Menengah ke atas," ucapnya.

Kapolres memberikan gambaran jika aktivitas permainan di dalam kasino juga ada mesin-mesin judi. Koin yang didapatkan dari mesin judi itu, nantinya bisa ditukar dengan uang.

"Di dalam kalau dilihat mirip seperti gelanggang permainan anak-anak. Ada semacam permainan, dan koin-koin yang didapat, tapi itu nanti bisa ditukar uang," pungkasnya.