Pada 2025, kata dia, Jakarta Barat mencatat angka DBD tertinggi di DKI Jakarta, yakni mencapai 2.548 kasus hingga pertengahan Oktober.
Tahun lalu, tercatat puncak kasus DBD tertinggi di Jakarta Barat terjadi pada Mei, dengan angka mencapai 362 kasus.
Untuk menekan angka penularan lebih lanjut pada tahun ini, Sahruna mengimbau seluruh lapisan masyarakat serta pemangku kepentingan agar terus menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.
Dia menyebutkan keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bertumpu pada langkah pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta membasmi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.